RSS

Minggu, 11 Oktober 2009

Ponakanku yang cantik

Rasanya baru sebulan lebih saya melihatmu begitu ceria menghadiri pernikahan sepupumu, tak ada yang ganjil dari kesehatanmu melihat keadaan tubuhmu yang begitu segar dan padat, kau begitu cepat akrab sayang dengan keluargamu yang mungkin saja baru lagi kau melihatnya di acara keluarga kita itu. Kau begitu semangat minta pertolongan om kamu untuk dibuatkan ABSTRAK dalam kelengkapan skripsimu, kemudian saya meminta tuk melihat skripsi yang kau bawa serta di acara itu trus saya mengomentari judul skripsimu yang kelewat panjang itu dan kamu mengatakan bahwa ga ada kata yang bisa dihapus di judul itu karena semua kata2 nya menunjang tuk keutuhan judul itu.

Setelah sebulan berlalu saya mendengar kabar kamu tiba2 pingsan tak sadarkan diri dan kemudian masuk rumah sakit, saya sempat bertanya ke keluarga apa yang terjadi dan saya mendapat jawaban bahwa sel darah putihmu melebihi kadar normal, saat itu saya sempat mengatakan bahwa itu gejala yang sangat2 berbahaya dan beberapa hari kemudian saya mendengar kabar bahwa dokter memvonismu LEUKIMIA, dan para keluarga mengatakan bahwa kondsimu sudah sangat2 mengkhawatirkan, mengapa penyakit seperti itu baru terdeteksi setelah stadiumnya tinggi? seperti tak percaya mengingat keceriaanmu waktu itu.

Setelah kondisimu tetap mengkhawatirkan walaupun sdh diopname beberapa hari di rumah sakit, pihak keluargamu memindahkan ke rumah sakit di daerah lain yang mungkin saja peralatannya lebih canggih dan para dokternya mungkin lebih kompeten menangani penyakitmu, saya mendengar cerita bahwa kamu sudah bisa duduk dan mulai ceria lagi.

Tapi mungkin Allah lebih menyayangimu sayang karena kemudian saya menerima pesan singkat bahwa engkau telah meninggalkan dunia ini selamanya. Engkau pergi begitu cepat dan baru saja merampungkan kuliahmu walaupun ga sempat lagi mengikuti acara wisuda karena penyakit yang tiba2 merenggut keceriaanmu.

Saya tau bahwa kesedihanku tak sebesar kesedihan ayah dan ibumu yang telah membesarkanmu dengan penuh kasih sayang dan berharap kelak bisa melihatmu memasuki dunia kerja dan menikah. Saya hanya bisa mengucap kata "Sabar yah kak"

Saya tahu bahwa waktu adalah obat yang paling mujarab tuk menyembuhkan kesedihan, dan berusaha tuk ikhlas menerima ketetapanNYA, karena semua itu adalah titipan.

Semoga kamu mendapat tempat yang lapang dan indah di sisiNYA, AMIN.

6 komentar:

Elsa mengatakan...

amien amien....
sampai kini belum ada ya obat buat leukimian.
sahabat saya, punya adik yang meninggal karena leukimia. meskipun sudah lebih dari 15 tahun adiknya meninggal, tapi keluarganya masih menyimpan semua barang2nya. hhm...tampaknya waktu sepanjang itu belum cukup untuk menyembuhkan kesedihan keluarga sahabat saya.

hari Lazuardi mengatakan...

aku kirim do'a aja..

ina mengatakan...

turut berduka....

turut kirim doa pula....

~PakKaramu~ mengatakan...

Salam ziarah dari Pak karamu

pelangi anak mengatakan...

Memilukan kisah yang ditampilkan. Semoga Alloh menerima dia di sisi-Nya dan memberikan kekuatan kepada seluruh sanak saudara yang ditinggalkan, sehingga bisa segera bangkit dan memulai keceriaan baru yang lebih hangat. Biasanya, kita semakin dipersatukan dan penuh kehangatan ketika sedang menghadapi cobaan yang berat dari Yang Maha Kuasa.

Edwin Prasetio mengatakan...

Bergetar hati membaca tulisan Mb Tien. Sebuah kesedihan ditinggal orang yang kita cintai. Tapi bagaimanapun juga hidup harus terus berlanjut kan Mbak? Mari selalu berserah diri kepada Allah...
.
Salam kenal
Edwin

Posting Komentar