RSS
Photobucket

Kamis, 22 September 2011

Diriku


Akhir-akhir ini aku sering sekali memandangi lama orang-orang yang sudah tua menjelang renta, baik itu kakek maupun nenek, baik di jalan ataupun yang kebetulan satu mobil dalam angkot, sambil berfikir waktu yang akan datang masa seperti itu pun akan tiba untukku.
Cantik dan enerjik (memuji diri sendiri), masih begitu semangat mengejar impian dan cita-cita walau kadang di selingi dengan rasa malas dan lelah, yah waktu sekarang pesona itu masih sangat memancarkan sinarnya, tubuh ini masih bisa diajak berlari kesana kemari memenuhi keinginan hati tuk mewujudkan yang namanya sukses, insya Allah tuk dunia dan akherat kelak.

Manakala cobaan itu datang dan serasa berat sekali memikulnya, jadi teringat bahwa apa yang dialami oleh Rasulullah SAW masih lebih dahsyat bila dibandingkan apa yg ku alami, bukankah Allah memberi cobaan sesuai kemampuan hambaNYA, ya Allah aku selalu ingin berprasangka baik padaMU bahwa ini adalah jalan yang ENGKAU pilihkan untuk membuatku menjadi hambaMU yang selamat.

ENGKAU maha tahu bahwa sebenarnya aku ingin mengajaknya untuk lebih patuh padamu Rabbi, tapi justru ENGKAU yang menarik aku kuat sekali untuk kembali, yah kembali, mungkin ENGKAU pula yang akan menariknya tuk kembali bukan aku.

Kembali ke cantik dan enerjik yang pastinya di syukuri walau kadang ada saja dirasa kurang, duh manusia, ampuni aku Rabbi, bila kemudian cantik ini cahayanya sudah terpudarkan oleh usia dan kerutan di sana sini, bila tubuh yang sekarang masih penuh daya kemudian perlahan keropos pula termakan usia yang semakin bertambah, Ya Allah semua itu adalah Sunnatullah, tidak bisa terhindarkan sama sekali walaupun memakai produk kecantikan ataupun suplemen kesehatan apapun.
Disaat itu aku justru ingin dan berharap cahaya kecantikanku semakin bersinar oleh cahaya dariMU, aku ingin dan berharap daya tubuhku semakin kuat karena dipenuhi oleh kekuatan iman yang ENGKAU berikan sebagai RahmatMU untukku.
Aku ingin Ya ALLAH, bimbinglah aku menuju jalan itu, jalan orang-orang yang ENGKAU beri petunjuk dan keselamatan, jalan orang-orang yang shaleh. AMIN





Kamis, 08 September 2011

Bukan Mencari Cinta Lain


"Beri hatimu hanya untuk Allah, pasti Allah temukan padamu pemilik terbaik, Hamparkan masamu seluasnya hanya untuk Allah, pasti Allah aturkan kehidupanmu dengan baik"

Ya Rabbi, malam seakan terlalu lama kurasakan tuk sampai kepada gelap gulita dan sangat pekat, yang kemudian akan menampakkan sinar lembut fajar menyapa, tapi aku tak ingin mengatakan bahwa kesabaran itu ada batasnya, karena ENGKAU beserta orang-orang yang sabar dan aku tak mau kini jauh dariMU.

Apakah aku kini betul-betul jatuh cinta dan ingin sungguh-sungguh dengan cinta itu?
Seharusnya dari dulu sejak menginjak usia dewasa/baligh aku harusnya sudah menyadari bahwa cinta inilah yang betul-betul cinta sejati dan tak akan menyakiti dan hanya ada bahagia bila merasakannya dengan jaminan tak akan ada akhir bahkan janji pertemuan dengan melihat wajahMU yang merupakan kenikmatan yang sangat indah dari semua yg indah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, bukan mencari cinta lain.

Tapi semua adalah atas kehendakMU, dengan kasih dan sayangMU, dengan ampunanMU, aku seharusnya tak henti mengucap syukur, walaupun aku harus tertatih menjalani kehendakMU, harus berdamai meredam hati yang kadang bergejolak karena merasa sesak dan terhimpit.

Ya Rabbi, sungguh aku adalah hambaMU yang lemah tak memilliki daya sedikitpun tanpa pertolonganMU.
ENGKAU mengajarkan diriku menjadikan sabar dan Sholat sebagai penolongku, belajar menentramkan hati dengan mengingatMU karena hanya dengan berzikir hati menjadi tentram.
Semua yang menjadi kehendakMU adalah bertujuan membuat hambaMU bahagia, aku percaya ya Rabbi apa yang ENGKAU tetapkan untukku adalah untuk membuatku bahagia.

"Siapa yang benar-benar mengenal Allah SWT, tidak akan risau atau berduka cita untuk selama lamanya"
(Al HIKAM, H. Salim Bahreisy)

Ya Allah, aku mohon agar semua rasa yang masih tersisa di hatiku hilangkanlah bila semua rasa yang masih tersisa itu tidak lagi atas ridhoMU. Aku serahkan kini seluruh yang ada di diriku menurut pengaturanMU dan berusaha menuju ikhlas dan Ridha atas ketentuanMU, lapangkanlah hatiku Rabbi, aku ingin berserah seikhlas ikhlasnya dan belajar memantaskan diri di hadapanMU.

Aku biarkan cinta yang lain itu pergi sekehendak hatinya dan semoga tak ada lagi yang ku inginkan dari cinta yang telah pergi itu, karena aku telah memilih mencintai pemilik diriku yang sesungguhnya.
















Kamis, 17 Februari 2011

Ponakan Kecilku


"Tante Tien, tante Tien tunggu", ponakanku yang masih TK memanggilku saat melihatku akan berangkat ke kantor, rupanya dia tak ingin ketinggalan mencium tanganku sebelum berangkat kantor, yah itulah kebiasaannya tiap pagi.

Sebelumnya ponakanku itu selalu berangkat lebih dulu ke sekolahnya dibanding saya, jadi dia tidak perlu terburu buru untuk takut tidak sempat melakukan kebiasaan itu, tapi karena belakangan ini saya harus membiasakan diri untuk bersegera ke kantor, jadi ada beberapa hari terlewati tanpa melakukan kebiasaannya karena tidak sempat melihatku pergi.

Pernah suatu pagi dia menjagaiku sambil berkata "tante Tien cepat saya salim duluan baru saya pergi mandi, dalam hati saya tertawa sambil berkata "sebentar dulu nak, pergi mandi dulu, jangan takut tante Tien belum pergi"

Jadi terharu melihatnya, moga jadi anak yang sholehah, Amin.

Ya Allah jadi ingin sekali secepatnya bisa punya anak juga, supaya bisa saya mendidiknya dan jadi tempat curahan kasih sayang saya sebagai seorang ibu, tapi saya yakin Engkau lebih mengetahui kapan waktu yang paling tepat buatku untuk menjadi seorang Ibu, biarlah kesabaran ini semakin saya kuatkan untuk kemudian menerima karunia terbesar dariMU.

Tiada lagi yang ingin saya ingkari atas semua nikmatMU, tiada lagi yang lain yang ingin saya yakini selain Engkau ya Rabb, sungguh saya merasakan takut bila Engkau jauh karena segala puji bagiMU yang telah menumbuhkan dalam hatiku keinginan untuk selalu dekat denganMU.

Ya Allah saya mohon jaga hati dan diriku agar tak sesat lagi setelah Engkau beri petunjukMU, jagalah belahan jiwaku dan keluarga kami, jadikanlah kami golongan hamba-hambaMU yang bertaqwa dan selalu Istiqomah dalam keimanan, Amin.

Kamis, 20 Januari 2011

Rumah impian


Indah pada waktunya, kalimat yang sering sekali diucapkan baik oleh saya sendiri ataupun orang lain di sekitar.

Jadi teringat saat 2 tahun yang lalu, ketika lagi semangat sekali ingin punya rumah sendiri, dan kemudian menemukan lokasi perumahan yang lumayan dekat kantor. Lumayan mahal, maklumlah letaknya depan jalan utama terus lokasinya pas depan kantor Polres, tapi tidak mengapalah karena pikirnya kita bisalah menutupnya dengan penghasilan yang kita peroleh.

Awal masukkan tandi jadi dan panjar 50 % maunya kita ingin rumahnya segera di bangunkan supaya bisa secepatnya kami tempati, tapi ternyata pihak pengembangnya belum bisa melaksanakan dengan alasan lokasi yang kami dapatkan terletak di bagian belakang sedangkan yang harus didahulukan adalah yang bagian depan.

Waktu itu kita mikir tidak apalah, lagi pula tidak terlalu mendesak juga karena masih ada rumah orang tua yang masih bisa kita tempati dan sekalian merawat rumah tersebut karena orang tua bermukim di kota Makassar.

Karena terlalu sibuk dengan kerjaan, lokasi perumahan yang sudah kita panjar pun tidak sempat untuk dikunjungi sekedar melihat perkembangan bangunan sampai kemudian berlalu hingga 2 tahun lamanya.

Pas Desember tahun lalu saya sempatkan berkunjung ke kantor perumahan untuk melihat sekalian bertanya kelanjutan pembangunan rumah kami, dan memang pembangunan baru sebatas pondasi, kaget dan rasanya gimana yah karena selama jangka waktu 2 tahun yang jadi baru pondasi?, oleh pihak pengembangnya beralasan faktor hujan yang mengakibatkan jalan ke bagian belakang perumahan tidak bisa tembus untuk mengangkut material bangunan, yah biasalah pasti selalu ada alasan, dan kemudian pihak pengembangnya berjanji akan dibangun tahun depan yaitu di tahun 2011 sekarang ini.

Alhamdulillah bulan Januari ini pembangunan rumahku dilanjutkan lagi, dan pihak pengembangnya berjanji dalam waktu tiga bulan telah rampung, insya Allah. Bahagia rasanya walaupun harus tertunda selama 2 tahun, malah justru berpikir memang di tahun inilah waktu yang indah karena dana yang harus disediakan untuk kelanjutan bayaran rumah baru terkumpul di tahun ini, seandainya pihak pengembangnya telah menyelesaikan rumah itu di tahun lalu sepertinya kami akan kerepotan mencari tambahan dana.

Memang hanya Allah yang Maha mengatur, Maha Mengetahui yang terbaik buat hambaNYA, Alhamdulillah dimasa - masa menuggu 2 tahun itu dibimbing untuk tetap sabar.

Ya Allah jadikanlah rumah baru kami sebagai sarana buat kami sekeluarga lebih bersujud dan beribadah padaMU, Amin ya Rabb.














Selasa, 11 Januari 2011

Mengekspresikan Perasaan


"Kisah tentang dua pengembara yang mengekspresikan perasaannya pada pasir dan batu"

Ada dua orang pengembara sedang melakukan perjalanan, mereka tengah melintasi padang pasir yang sangat luas, debu-debu pasir yang beterbangan memaksa mereka berjalan merunduk.

Tiba-tiba badai gurun datang, hembusannya membuat tubuh dua pengembara itu limbung, mereka saling menjaga satu sama lain dengan berpegangan tangan erat. Mereka mencoba bertahan melawan ganasnya badai.

Badai pun reda, tapi musibah lain datang menimpa mereka. Kantong bekal air minum mereka terbuka saat badai tadi. Isinya berceceran, entah gundukan pasir mana yang telah meneguknya. Kedua pengembara itupun duduk temenung meratapi kehilangan itu. " Waduh, tamat riwayat kita" kata Hasan salah seorang diantara mereka, lalu ia menulis di pasir dengan ujung jarinya. "Kami sedih, kami kehilangan bekal minuman kami di tempat ini." Kawannya, Taufik tampak bingung namun mencoba tabah.

Setelah lama menyusuri padang pasir, mereka melihat ada oase di kejauhan. "Kita selamat" seru salah seorang dari mereka. Dengan sisa tenaga yang ada mereka berlari ke oase itu, benar-benar sebuah kolam, mereka pun segera minum sepuasnya dan mengisi kantong air.

Sambil beristrahat, Hasan mengeluarkan pisau genggamnya dan memahat di atas sebuah batu ditepian oase. "Kami bahagia, kami dapat melanjutkan perjalanan karena menemukan tempat ini. Taufik heran, "mengapa kini engkau menulis diatas batu, sementara tadi kau menulis di Pasir?"

Hasan tersenyum, "saat kita mendapat kesusahan, ujian dan cobaan apapun, tulislah semua itu dipasir, biarkan angin keikhlasan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan, biarkan semuanya lenyap dan pupus, namun ingatlah saat kita mendapat kebahagiaan, pahatlah kemuliaan itu dibatu agar tetap terkenang dan membuat kita bahagia. Torehlah kenangan kesenangan itu dikerasnya batu agar tak ada yang dapat menghapusnya, biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada, biarkan semuanya tersimpan.

Kesedihan dan kebahagiaan akan senantiasa hadir silih berganti mewarnai kehidupan ini. Keduanya mengguratkan memori di hamparan pikiran dan hati kita. Namun adakah kita bersikap seperti pengembara itu? Adakah kita ini sosok tegar yang mampu melepaskan setiap kesusahan bersama terbangnya angin ketulusan?
(Cerita dikutip dari buku "Dahsyatnya Sabar" by Ahmad Hadi Yasin)

Saya masih dalam proses belajar dan mencoba mencontoh sikap pengembara itu, karena menyimpan kesedihan terlalu lama akan membuat hati sungguh tak lapang, belajar melepas kesedihan secepat mungkin dan menggenggam kebahagiaan selamanya.


Selasa, 04 Januari 2011

Masa demi masa


Lihatlah masa lalu dan tataplah masa depanmu. Dalam hidup ini selalu ada ujian, ia akan selalu datang silih berganti. Maka, setiap orang harus bisa keluar dari ujian itu sebagai pemenang. Peristiwa demi peristiwa, meski hanya keburukannya yang kau rasakan maka keburukan itulah yang akan mengajarmu tentang bagaimana kenikmatannya. Sesungguhnya umurmu adalah permata yang sangat berharga sekali dan tidak dapat ditukar dengan harta sebanyak apapun. Pada hakikatnya umur adalah hembusan demi hembusan nafasmu, dan setiap nafas yang telah engkau hembuskan tidak akan pernah kembali untuk selama-lamanya. Nafas adalah modal hidupmu. (semua kalimat di atas saya kutip dari "Menjadi wanita paling bahagia" by Dr. 'Aidh al-Qarni)

Setahun begitu cepat berlalu tanpa terasa, banyak sudah suka dan sedih tercatat dalam rentang waktu setahun itu. Ditahun yang baru saja berlalu itulah saya menemukan bahwa anugrahMU bukan hanya dalam suka tapi duka pun adalah anugrah dariMU.
Setahun kemarin itu adalah perjuangan diri dalam melawan diri sendiri, baik itu berupa keraguan, kesedihan, kemarahan, kecewa dan sempat terhinggapi putus asa yang kemudian sampailah pada ujung rasa PASRAH pada kehendakMU.

Dalam nama2 indahmu ENGKAU adalah Al-Jabbaar (Maha pemaksa), dengan sifat itulah diri tersadar untuk mengakui bahwa sungguh2 "tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolonganMU", hanya kepadaMU lah diri berkeluh kesah tentang semua yang menjadi beban hidupku. Saya ingin menikmati semuanya dengan kesabaran karena berharap semua adalah bagian dari penghapus dosa2 yang telah saya buat.

Ya Rabb ajari diriku untuk selalu bersyukur, bersabar dan menguatkan kesabaran karena hanya berita gembira yang akan ENGKAU berikan untuk orang2 yang sabar.

Harapan selalu indah untuk tahun yang baru, itu sudah pasti. Izinkan ya Allah ujung yang manis itu ada ditahun baru ini buat keluarga, kerjaan dan kantor keduaku dan yang terutama buat keindahan HATIKU sehingga bisa melahirkan akhlak yang mulia karena cahayaMU dan dengan penuh harapan bisa memiliki keturunan yang bisa saya ajari mencintaiMU dan Rasulullah SAW yang kelak akan menjadi perisaiku di hari kemudian, AMIN.


Minggu, 26 Desember 2010


Bisnisku...

Rekognisi pertamaku di Hotel Atthaya Kendari dengan posisi 12 % (New Manager), kl tdk salah ingat itu terjadi dibulan Agustus 2009, trus seperti biasa waktu demi waktu terjalani kerja kantoran dan bisnisku, kemudian ditahun 2010 ternyata Oriflame Makassar mengadakan lagi Big OOM (Oriflame Opportunity Meeting) di Kendari, tepatnya dibulan November bertempat di Hotel Swiss Belt, waaah nggak nyangka bisa masuk juga di Hotel tersebut, yang biasanya cuma liat halaman parkirnya doang, pas acara rekognisi dapat giliran lagi dengan posisi 18 %, masih terbilang New Manager sih.

Ingin sekali ditutup tahun 2010 ini bisa dapat gelar baru sebagai "Senior Manager", semoga jadi kenyataan, Mohon RidhoMU ya Rabb.
Ingin sekali di tahun baru nanti bisa lebih banyak fokus ke bisnis dan bisa lebih banyak menemukan leader baru dan bisa meraih sukses bersama dalam bisnis, pastinya harus lebih bersemangat lagi nih.

Promosi on line dan off line harus lebih maksimal dan luangkan waktu yang lebih serius untuk bisnis disela sela waktu luang kesibukan kantor dan rehat di rumah, terlebih untuk promosi on line masih harus banyak belajar lagi.

Harus lebih perhatian pada anggota yang merupakan aset bisnisku, karena saya tidak akan bisa berkembang bila mereka juga tidak berkembang, duh ampun saya masih saja kurang sabar dalam hal ini padahal mereka sangat berarti dalam pengembangan grup bisnisku.

Semangat dan tekad yang kuat.